RodjaTV
Ahlan wa sahlan
Login / Daftar

Hak dalam Islam: Hak-Hak Al-Qur'an (Bagian ke-1) - (Ustadz Abu Ya'la Kurnaedi, Lc.)

Syukron! Berbagi kepada teman antum!

URL

Antum tidak menyukai video ini. Syukron telah berpartisipasi!

Sorry, only registred users can create playlists.
URL


Ditambahkan oleh Admin pada Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi
51 Dilihat

Deskripsi

Ceramah agama ini merupakan lanjutan dari kajian kitab Tabshiratul Anam bil Huquqi fil Islam yang disampaikan live pada Senin malam, 4 Dzulhijjah 1435 / 29 September 2014, pukul 18:00-19:10 WIB di Masjid Al-Barkah, Kp. Tengah, Cileungsi, Bogor. Sebelumnya dari kajian kitab ini telah selesai dibahas Bab “Hak-Hak Allah atas Setiap HambaNya“, kemudian pada kesempatan ini, kita akan melanjutkan pelajaran dari Bab “Hak-Hak Al-Qur’an yang Harus Ditunaikan Setiap Muslim (Bagian ke-1)“. Simak video ceramah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc. ini sekarang juga.

Kitab Tabshiratul Anam bil Huquqi fil Islam

Hak-Hak Al-Qur’an yang Harus Ditunaikan Setiap Muslim (Bagian ke-1)

Sifat-Sifat Al-Qur’an Al-Karim

Al-Qur’an memiliki sifat yang banyak, di antaranya:

Al-Qur’an adalah Kalamullah, Firman Allah

Ini merupakan keyakinan dari keyakinan Ahlus Sunnah wal jama’ah. Dan perkataan (bahwa) Qur’an adalah Kalamullah, ini bukan perkataan yang ringan. Apalagi kalau kita ingat di zaman Imam Ahmad rahimahullah, sampai ulama terbagi 3. Kata Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah ketika mensyarah Al-‘Aqidah Al-Wasithiyah, beliau berkata (bahwa) di zaman Khalifah Al-Ma’mun, di zaman Imam Ahmad bin Hambal, dikarenakan pemerintahnya memaksa para ulama dan kaum Muslimin saat itu untuk mengatakan Al-Qur’an adalah makhluk, ulama terbagi menjadi 3:
1. Kelompok yang pertama: Ada yang berpendapat bahwa zaman tersebut zaman mukrah, yaitu seseorang boleh mengatakan kekafiran tapi hatinya masih beriman. Ketika ditanya oleh pemerintahnya, maka ia menjawab bahwa Qur’an adalah makhluk, tetapi di dalam hatinya mengatakan bahwa Quran adalah Kalamullah.
2. Kelompok yang kedua: Ada sekelompok ulama menggunakan isyarat. Kalau ditanya “Al-Qur’an makhluk atau kalamullah?” Maka dijawab dengan mengacungkan tangan sembari menyebut, “Zabur, Taurat, Injil, Al-Qur’an,” dilanjutkan “Ini (maksud dari ‘ini’ sebenarnya adalah “tangan ini”) adalah makhluk,” sehingga selamat dari siksaan.
3. Kelompok yang ketiga: Ada sekelompok ulama yang terus kokoh, di antara mereka adalah Al-Imam Ahmad bin Hambal dan Muhammad bin Nuh. Al-Imam Ahmad bin Hambal terus mengatakan Al-Qur’an adalah Kalamullah.

Akhirnya sampai kita sekarang rasakan bagaimana definisi Al-Qur’an yang sangat besar, bahwa Al-Qur’an adalah Kalamullah, bukan makhluk.

Tentang Al-Qur’an adalah Kalamullah, dasarnya adalah firman Allah:

وَإِنْ أَحَدٌ مِّنَ الْمُشْرِ‌كِينَ اسْتَجَارَ‌كَ فَأَجِرْ‌هُ حَتَّىٰ يَسْمَعَ كَلَامَ اللَّـهِ … ﴿التوبة : ٦﴾

“Dan jika seorang di antara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, …” (QS At-Taubah [9]: 6)

Di sini, Allah Subhanahu wa Ta’ala sebutkan bahwa Al-Quran adalah Kalamullah.

Al-Qur’an adalah An-Nurul Mubin, Cahaya yang Jelas

Allah sifati Al-Qur’an dengan cahaya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

… وَأَنزَلْنَا إِلَيْكُمْ نُورً‌ا مُّبِينًا ﴿النساء : ١٧٤﴾

“… Dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al-Quran).” (QS An-Nisa’ : 174)

Artinya, kalau kita berada di bawah Al-Qur’an, hidup dengan Al-Qur’an, (maka) kita berada dalam cahaya.

Betapa besar keagungan Al-Qur’an sebagaimana apa yang telah Allah sifatkan padanya. Mari simak paparan ilmiah lebih lanjut mengenai Al-Qur’an melalui video ceramah yang insya Allah penuh manfaat ini.

Rekaman audio: http://www.radiorodja.com/?p=8465
Rodja.TV: http://rodja.tv/350

Tulis Pesan Antum

Sign in or sign up to post comments.

Komentar

Jadi yang pertama memberikan komentar
RSS