RodjaTV
Ahlan wa sahlan
Login / Daftar

Tafsir Surat Al-Muthaffifin (Bagian ke-2) - (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Syukron! Berbagi kepada teman antum!

URL

Antum tidak menyukai video ini. Syukron telah berpartisipasi!

Sorry, only registred users can create playlists.
URL


Ditambahkan oleh Admin pada Ustadz Abu Yahya Badrusalam
49 Dilihat

Deskripsi

Ceramah dari Tafsir Juz 30 ini adalah yang disampaikan secara live di Rodja TV pada Selasa malam, 23 Dzulhijjah 1436 / 6 Oktober 2015, pukul 18:00-19:30 WIB. Pada ceramah seri Tafsir Juz ‘Amma yang sebelumnya telah membahas Tafsir Surat Al-Insyiqaq (Bagian ke-2) dan Surat Al-Muthaffifin (Bagian ke-1), maka pada kesempatan kali ini kita akan bersama-sama mempelajari “Tafsir Surat Al-Muthaffifin“, sekaligus menyelesaikannya. Kajian tafsir ini disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. di Masjid Al-Barkah, Kampung Tengah, Cileungsi, Bogor.

NB:
1. Mohon maaf, tidak ada sesi tanya-jawab pada saat kajian ini berlangsung.
2. Qaddarallah, terjadi gangguan teknis untuk rekaman video “Tafsir Surat Al-Infithar dan Surat At-Takwir (Bagian ke-1)“. Anda tetap dapat mengunduh rekaman audionya di http://www.radiorodja.com/?p=16918.

Tafsir Surat Al-Muthaffifin (Bagian ke-2)
Tafsir Surat Al-Muthaffifin

Allah Ta’ala berfirman:

كَلَّا إِنَّ كِتَابَ الْفُجَّارِ‌ لَفِي سِجِّينٍ ﴿المطففين : ٧﴾
“Sekali-kali jangan curang, karena sesungguhnya kitab orang yang durhaka tersimpan dalam sijjin.” (QS Al-Muthaffifin [83]: 7)

Al-Fujjar (“الفجار‌“) yang dimaksud dalam ayat ini “orang-orang yang berbuat dosa” yaitu orang-orang kafir. Dan sijjin (“سجِين“) ditafsirkan oleh banyak para ulama yaitu tempat yang berada di bawah lapis bumi yang ketujuh. Sebagaimana juga ditafsirkan oleh Al-Barra’ bin ‘Azib dalam hadits yang panjang.

وسجين هي تحت الأرض السابعة
“Bahwa sijjin itu di bawah bumi yang ke-7.”

Sebagian ulama mengatakan demikian, bahwa sijjin itu di bawah bumi yang ke-7.

وَمَا أَدْرَ‌اكَ مَا سِجِّينٌ ﴿٨﴾ كِتَابٌ مَّرْ‌قُومٌ ﴿٩﴾ وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِينَ ﴿١٠﴾ الَّذِينَ يُكَذِّبُونَ بِيَوْمِ الدِّينِ ﴿١١﴾ – ﴿المطففين : ٨-١١﴾
“… Tahukah kamu apakah sijjin itu? (8) (Ialah) kitab yang bertulis. (9) Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan, (10) (yaitu) orang-orang yang mendustakan hari pembalasan. (11) …” (QS Al-Muthaffifin [83]: 8-11)

Dan biasanya pendustaan itu akibat daripada pengingkaran. Dan pengingkaran itu akibat daripada juhud, bisa jadi karena kebodohan atau bisa jadi karena hatinya dipenuhi dengan kesombongan. Ada orang terkadang mengimani sebetulnya hari kiamat itu ada tapi hatinya sombong, dengan kesombongannya itu akhirnya menyebabkan dia mengingkari hari kiamat. Seperti halnya iblis la’anahullah, ia sebetulnya yakin bahwa perintah Allah itu haq, neraka Jahannam ada, dan surga ada, tapi karena iblis itu sombong, tidak mau sujud kepada Adam, dan tidak mau mentaati perintah Allah, ia pun tidak takut api neraka, ia tidak peduli dengan azab Allah Subhanahu wa Ta’ala yang keras, maka akhirnya dia pun menjadi orang-orang yang mendustakan hari kiamat.

Allah berfirman:

وَمَا يُكَذِّبُ بِهِ إِلَّا كُلُّ مُعْتَدٍ أَثِيمٍ ﴿١٢﴾
“Dan tidak ada yang mendustakan hari pembalasan itu melainkan setiap orang yang melampaui batas lagi berdosa,” (QS Al-Muthaffifin [83]: 12)

Mari simak video ceramah penjelasan Tafsir Surat Al-Muthaffifin yang sangat bermanfaat.

Rekaman audio: http://www.radiorodja.com/?p=16526
Rodja.TV: http://rodja.tv/1638

Tulis Pesan Antum

Sign in or sign up to post comments.

Komentar

Jadi yang pertama memberikan komentar
RSS