RodjaTV
Ahlan wa sahlan
Login / Daftar

Hak dalam Islam: Hak Anak Yatim (Ustadz Abu Ya'la Kurnaedi, Lc.)

Syukron! Berbagi kepada teman antum!

URL

Antum tidak menyukai video ini. Syukron telah berpartisipasi!

Sorry, only registred users can create playlists.
URL


Ditambahkan oleh Admin pada Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi
81 Dilihat

Deskripsi

Mari simak kembali lanjutan kajian kitab Tabshiratul Anam bil Huquqi fil Islam karya Syaikh Abu Islam Shalih Thaha Abdul Wahid hafidzahullah, yakni sebuah kitab yang di dalamnya banyak memberi pelajaran dan faedah seputar hak-hak dalam Islam. Ceramah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc. ini sebelumnya telah menyelesaikan bahasan hak ke-9, yaitu “Hak-Hak Kerabat“. Kemudian lanjutan kajiannya pada Senin malam, 27 Rabi’ul Akhir 1436 / 16 Februari 2015, pukul 18:00-19:00 WIB di Masjid Al-Barkah, Kampung Tengah, Cileungsi, Bogor ini membahas hak ke-10, yaitu tentang “Hak-Hak Anak Yatim“.

NB: Mohon maaf, tidak ada sesi tanya-jawab pada saat kajian ini berlangsung.

Kitab Tabshiratul Anam bil Huquqi fil Islam
Hak-Hak Anak Yatim
Pada kesempatan yang mulia ini, kita akan melanjutkan dari pembahasan kitab Tabshiratul Anam bil Huquqi fil Islam, dan kita memasuki hak yang ke-10, tentang “Hak Anak Yatim“.

Definisi Anak Yatim
Sebelum kita berbicara tentang hak-hak anak yatim, alangkah baiknya kita memahami apa yang dimaksud dengan anak yatim itu. Anak yatim, kata ulama, adalah:

الصغير الذي فقد أباه
“(Anak yatim adalah) anak kecil yang tidak memiliki bapak.”

Adapun kalau sudah besar (dewasa), apalagi sudah punya istri, anak, dan cucu kemudian tidak punya bapak, maka tidak disebut anak yatim.

Anak yatim adalah anak yang lemah, yang disifati oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan ‘dha’if’, di mana Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda dalam hadits hasan riwayat Ibnu Majah:

اللَّهُمَّ إِنِّي أُحَرِّجُ حَقَّ الضَّعِيفَيْنِ : الْيَتِيمِ وَالْمَرْأَةِ
“Ya Allah, sesungguhnya aku merasa berat dengan hak 2 jenis manusia yang lemah: anak yatim dan wanita.”

Anak yatim mengapa disebut orang yang lemah?
Karena kita tahu, anak yatim ketika ditinggal meninggal oleh bapaknya, maka dia ditinggal oleh manusia / orang yang paling kuat, paling dekat, dan paling mau berkorban untuknya. Dia kehilangan orang yang menjaganya. Dia kehilangan orang yang mendidiknya. Dia kehilangan orang yang paling kasih dan sayang kepadanya. Inilah anak yatim.

Oleh karena itu, betapa bahagianya sebuah rumah tangga kalau bapaknya-ibunya masih ada; anak-anaknya hidup bahagia di bawah naungan kedua orang tuanya, apalagi bapaknya, tulang punggung keluarga. Seorang bapak, dia mau menahan lapar supaya anaknya jangan lapar, dia mau menahan haus supaya anaknya bisa minum, bahkan dia rela berkorban, sakit-sakitan, kerja keras, banting tulang, dan peras keringat untuk membiayai anak-anaknya ini menjadi anak-anak yang kuat yang bisa dibanggakan oleh keluarganya. Ketika seorang anak ditinggal meninggal oleh bapaknya, maka sungguh sangat kasihan. Oleh karena itu, Islam itu sangat perhatian terhadap anak yatim.

Allah Subhanahu wa Ta’ala yang memiliki Nama Ar-Rahman dan Ar-Rahim sangat sayang kepada anak yatim.

Di sini (kitab Tabshiratul Anam bil Huquqi fil Islam), ada beberapa muqaddimah yang disebutkan oleh penulis (Asy-Syaikh Shalih Thaha Abdul Wahid), tapi saya akan sebutkan 3 atau 4 muqaddimah tentang perhatian Islam terhadap anak yatim sebelum kita masuk kepada dua hak anak yatim.

Pertama, Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan hak anak yatim setelah hak kerabat dan sebelum hak fakir-miskin. Ini menunjukkan perhatian yang sangat besar terhadap anak yatim. Kalau kita diperintahkan untuk memperhatikan kaum fakir dan miskin, maka ketahuilah bahwa anak-anak yatim itu lebih dari mereka. Allah berfirman:

وَاعْبُدُوا اللَّـهَ وَلَا تُشْرِ‌كُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْ‌بَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ … ﴿النساء : ٣٦﴾
“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukanNya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, …” (QS An-Nisa’ [4]: 36)

Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan al-yatama (anak-anak yatim) sebelum al-masakin (orang-orang miskin), setelah hak kerabat. Ini menunjukkan bahwa hak anak yatim adalah sangat besar.

Mari simak 2 (dua) hak anak yatim dengan menyimak video ceramah yang sangat bermanfaat ini.

Rekaman audio: http://www.radiorodja.com/?p=11595
Rodja.TV: http://rodja.tv/1442

Tulis Pesan Antum

Sign in or sign up to post comments.

Komentar

Jadi yang pertama memberikan komentar
RSS