RodjaTV
Ahlan wa sahlan
Login / Daftar

Ceramah: Awas Ada yang Lihat (Ustadz Firanda Andirja, M.A.)

Syukron! Berbagi kepada teman antum!

URL

Antum tidak menyukai video ini. Syukron telah berpartisipasi!

Sorry, only registred users can create playlists.
URL


Ditambahkan oleh Admin pada Ustadz Firanda Andirja
68 Dilihat

Deskripsi

Video ceramah berikut adalah dokumentasi kajian yang diselenggarakan di Masjid Al-Furqon, PT United Tractors, Jl. Raya Bekasi km. 22, Cakung, Jakarta Timur pada Rabu malam, 18 Sya’ban 1437 / 25 Mei 2016, pukul 18:00-19:10 WIB. Ceramah ini disampaikan oleh Ustadz Firanda Andirja, M.A. dengan mengetangahkan tema muraqabah yang insya Allah sangat bermanfaat untuk kita, yaitu berjudul “Awas Ada yang Lihat“.

Awas Ada yang Lihat
Seseorang tatkala di hadapan manusia, di hadapan banyak orang, maka dia pun malu untuk bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Namun tatkala dia bersendirian, dia tidak ragu-ragu untuk melepaskan tabir malu dari dirinya. Lantas dia pun menerjang hal-hal yang dilarang oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Terkadang dia berkhianat kepada istrinya, istrinya yang shalihah, yang senantiasa mendoakan dia, sementara dia tatkala tidak diketahui oleh istrinya, dia pun menjelajah dunia Internet, lantas dia melihat wanita-wanita yang lain yang diharamkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala padahal Allah telah memberikan perkara yang halal baginya. Dia tinggalkan yang halal, kemudian dia mencari yang haram. Dia chating-an, kontak dengan wanita-wanita yang tidak halal, bahkan terkadang dia kontak dengan istri orang lain. Dan ini bentuk pengkhianatan. Semuanya mudah dia lakukan karena hilang dari dirinya tentang Sifat Allah, yaitu Ar-Raqib yaitu Maha Mengawasi.

Oleh karenanya, di zaman sekarang ini, sangat perlu kita menanamkan dalam diri kita bahwasanya Allah Maha Mengawasi semua apa yang kita lakukan, apa yang kita ucapkan dan kerjakan, meskipun tidak ada orang lain yang melihat kita, bahkan apa yang terbetik dalam hati kita, Allah pun mengetahuinya. Dan Allah telah mencela orang-orang yang seperti ini, yang hanya takut kepada Allah tatkala di hadapan manusia. Sesungguhnya dia takut kepada manusia, bukan takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Namun tatkala dia bersendirian, dia pun melakukan hal-hal yang haram. Allah berfirman:

يَسْتَخْفُونَ مِنَ النَّاسِ وَلَا يَسْتَخْفُونَ مِنَ اللَّـهِ … ﴿النساء : ١٠٨﴾
“Mereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak bersembunyi dari Allah, …” (QS An-Nisa ‘ [4]: 108)

Ibnu ‘Abbas ayat ini dalam Surat An-Nisa’:

يَسْتَحْيُون من النَّاس، ولا يَسْتَحيون من الله
“Mereka malu kepada manusia dan mereka tidak malu kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.”

Dahulu para Salaf berkata:

لا تجعل الله أهون الناظرين إليك
“Janganlah engkau menjadikan Allah adalah yang paling rendah di antara yang melihat engkau.”

Kita tidak berani bermaksiat kalau ada orang di sekitar kita, bahkan jangankan orang besar, terkadang kita malu bermaksiat kalau ada anak kecil. Tetapi tatkala tidak ada orang, cuma Allah yang melihat kita, maka kita pun tidak malu, seakan-akan Allah yang paling rendah dibandingkan dengan yang lainnya; malu kepada orang lain, tidak malu kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Orang-orang seperti ini pernah disebutkan oleh Nabi di dalam hadits Tsauban, kata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

لَأَعْلَمَنَّ أَقْوَامًا مِنْ أُمَّتِي يَأْتُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِحَسَنَاتٍ أَمْثَالِ جِبَالِ تِهَامَةَ بِيضًا فَيَجْعَلُهَا اللهُ عَزَّ وَجَلَّ هَبَاءً مَنْثُورًا
“Saya tahu ada sebuah kaum dari umatku yang mereka datang pada hari kiamat kelak dengan kebaikan-kebaikan sebesar gunung, lantas Allah menjadikan kebaikan-kebaikan tersebut seperti debu yang bertaburan (tidak ada nilainya).”

Siapa mereka ini? Kata Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

… (قَومٌ) إِذَا خَلَوْا بِمَحَارِمِ اللَّهِ انْتَهَكُوهَا
“(Mereka adalah suatu kaum) tatkala mereka bersendirian dengan perkara-perkara yang haram, mereka pun melanggar (keharaman-keharaman tersebut).”

Mari simak video ceramahnya sekarang.

Rekaman audio: http://www.radiorodja.com/?p=21476
Rodja.TV: http://rodja.tv/2370

Tulis Pesan Antum

Sign in or sign up to post comments.

Komentar

Jadi yang pertama memberikan komentar
RSS