RodjaTV
Ahlan wa sahlan
Login / Daftar

Tafsir Surat 'Abasa (Bagian ke-1) - (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Syukron! Berbagi kepada teman antum!

URL

Antum tidak menyukai video ini. Syukron telah berpartisipasi!

Sorry, only registred users can create playlists.
URL


Ditambahkan oleh Admin pada Ustadz Abu Yahya Badrusalam
37 Dilihat

Deskripsi

Mari simak kembali ceramah agama seri kajian tafsir Juz ‘Amma yang rutin disampaikan di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kampung Tengah, Cileungsi, Bogor bersama Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. Ceramah ini adalah yang disampaikan pada Selasa malam, 15 Al-Muharram 1437 / 27 Oktober 2015, pukul 18:00-19:00 WIB dengan pembahasan sampai kepada “Tafsir Surat ‘Abasa (Bagian ke-1)“, di mana sebelumnya telah menyelesaikan “Tafsir Surat At-Takwir (Bagian ke-2)“.

NB: Mohon maaf, tidak ada sesi tanya-jawab pada saat kajian ini berlangsung.

Tafsir Surat ‘Abasa (Bagian ke-1)
Tafsir Surat ‘Abasa
Ayat ini turun sebagai teguran untuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mungkin kita pernah mendengar kisahnya, bahwa waktu itu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang sibuk mendakwahi para pemuka-pemuka Quraisy, seperti Abu Jahal, ‘Uthbah bin Rabi’ah, demikian pula Al-‘Abbas. Dan Rasulullah sangat berharap keIslaman mereka, para pemuka-pemuka Quraisy ini. Rupanya datanglah Ibnu Ummi Maktum yang buta, di mana ia berkata:

يا رسول الله علمني مما علمك الله
“Wahai Rasulullah, ajarkanlah kepada saya sesuatu yang Allah telah ajarkan kepada engkau.”

Melihat itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bermuka masam. Beliau pun berpaling, karena Rasulullah lebih mengharapkan keIslaman orang-orang Quraisy tersebut.

Setelah Rasulullah selesai, Rasulullah pun pulang, ternyata Allah pun turunkan ayat-ayat ini:

عَبَسَ وَتَوَلَّىٰ ﴿١﴾ أَن جَاءَهُ الْأَعْمَىٰ ﴿٢﴾ وَمَا يُدْرِ‌يكَ لَعَلَّهُ يَزَّكَّىٰ ﴿٣﴾ أَوْ يَذَّكَّرُ‌ فَتَنفَعَهُ الذِّكْرَ‌ىٰ ﴿٤﴾ – ﴿عبس : ١-٤﴾
“Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling, (1) karena telah datang seorang buta kepadanya. (2) Tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan dirinya (dari dosa), (3) atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran, lalu pengajaran itu memberi manfaat kepadanya? (4)” (QS ‘Abasa [80]: 1-4)

Ini menunjukkan kalaulah Al-Qur’an itu buatan Nabi Muhammad, tentu Rasulullah tidak akan sampaikan ayat ini. Ayat ini sentilan / teguran untuk Rasul, tapi Rasulullah sampaikan kepada umatnya. Ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an memang dari sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Faedah yang pertama, bahwa kita di dalam berdakwah, hendaklah kita lebih mendahulukan orang-orang yang menginginkan hidayah daripada orang-orang yang enggan, yang tidak menginginkan hidayah. Terkadang kita ingin supaya para pemuka-pemuka agama ataupun para pemimpin-pemimpin daerah, kita fokuskan dakwah ke mereka tapi mereka tidak menginginkan dakwah. Akibatnya kemudian kita lalaikan orang-orang yang dia sebetulnya mencari dan menginginkan hidayah. Yang benar adalah kita fokuskan kepada mereka yang menginginkan walaupun kita tetap dakwahi orang-orang yang jauh daripada dakwah itu. Kita tetap dakwahi para pemuka dan pemimpin, tapi tetap kita berusaha untuk lebih memfokuskan kepada orang-orang yang menginginkan hidayah. Karena orang-orang yang menginginkan hidayah itu yang bermanfaat insya Allah baginya peringatan. Dan tujuan da’i itu adalah bagaimana mengajak manusia ke jalan Allah, bagaimana membimbing kemudian mentarbiyah manusia di atas jalan kebenaran.

Jangan lewatkan ceramah penuh manfaat dari Tafsir Surat ‘Abasa.

Rekaman audio: http://www.radiorodja.com/?p=16920
Rodja.TV: http://rodja.tv/1959

Tulis Pesan Antum

Sign in or sign up to post comments.

Komentar

Jadi yang pertama memberikan komentar
RSS